Senin, 15 Desember 2014

Syukur

Syukur (Ar:asy-syukr = ucapan, perbuatan, dan sikap terima kasih atau al-hamd; pujian). Dalam ilmu tasawuf : ucapan, sikap dan perbuatan terima kasih kepada Allah SWT dan pengakuan yang tulus atas nikmat dan kurnia yang diberikan-Nya.


1. rasa terima kasih kpd Allah: ia mengucapkan -- kpd Allah krn terlepas dr marabahaya;
2. untunglah (pernyataan lega, senang, dsb): -- suamiku tidak mengalami cedera dl kecelakaan itu; ber·syu·kur v berterima kasih; mengucapkan syukur: saya - krn dia terhindar dr bahaya; men·syu·kuri v mengucapkan terima kasih kpd Allah; berterima kasih krn suatu hal;
syu·kur·an 1 n ucapan syukur; 2 v mengadakan selamatan untuk bersyukur kpd Tuhan (krn terhindar dr maut, sembuh dr penyakit, dsb): ibu membagikan tumpeng untuk - putrinya yg baru sembuh


Para ulama mendefinisikan Syukur sebagai ungkapan aplikatif dengan menggunakan segala apa yang dianugrahkan Allah swt sesuai dengan tujuan penciptaan anugrah itu.

HATI

                                              
[2:152] Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu98, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku.
[13:28] (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

“Bahwasanya hati itu itu kotor seperti besi yang berkarat dan pembersihnya adalah Dzikrullah”, “Bagi
setiap sesuatu ada alat pembersihnya, dan alat pembersih hati adalah “DZIKRULLAH”, dan “Jauhkanlah
Syaithanmu itu dengan ucapan ‘LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMADUR RASULULLAH’, karena syaithan
itu kesakitan dengan ucapan kalimat tersebut, sebagaimana kesakitan unta salah seorang kamu sebab
banyaknya penunggang dan banjirnya muatan diatasnya”“Dzikir kepada Allah SWT, jadi benteng dari
godaan syaithan”, dan “Allah berfirman ‘LAA ILAAHA ILLALLAH adalah bentengKu. Barang siapa 
mengucapkannya, masuklah ia kedalam bentengKu. Dan barang siapa masuk ke dalam bentengku,
maka amanlah ia daripada azabKu. (Hadist Qudsi).”

Ulama-ulama Sufi berkata: “Apabila murid-murid mengucapkan dzikir LAA ILAAHA ILLALLAH dengan memusatkan perhatiannya secara bulat kepadaNya, maka terbuka segala tingkat ajaran Thariqat dengan cepat, yang kadang-kadang terasa dalam tempo satu jam, yang tidak dapat dihasilkan dengan ucapan kalimat lain dalam tempo satu bulan atau lebih.”




macam macam syukur

Dalam hadits diceritakan” suatu malam Aisyah ra mendapati Rasulullah SAW sedang melakukan shalat tahajud hingga membuat kaki beliu bengkak karena berdiri terlalu lama.

Melihat itu Aisyah ra berkata,” Ya Rasulallah, mengapa dirimu selalu melakukan ini setiap malam hari, sedangkan hal ini bukanlah merupakan kewajiban. dan bukankah dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang sudah diampuni oleh Allah? . Rasulullah SAW pun tersenyum dan berkata,” Apakah salah jika aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur”?.

Sungguh indah apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, tidak ada rasa kesombongan. tidak ada kemalasan untuk senantiasa mendapatkan cinta sang Kuasa, meskipun gelar kekasih telah ia dapat dari Allah SWT.
Dalam surat Ibrahin : 7 Allah berfirman,”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti akan Kami tambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Lantas bagaimana cara bersyukur? bersyukur dapat dilaksanakan dengan berbagai cara.
1. Bersyukur dengan lisan.
orang yang bersyukur senantiasa akan memuji Tuhannya, mengucapkan hamdalah jika mendapat nikmat, beristighfar jika melakukan kesalahan, mengucapkan subhanallah jika melihat ciptaan-Nya, menasehati saudaranya yang salah, dsb.
2. Bersyukur dengan hati.
yakni dengan menjaga dari penyakit-penyakit hati , seperti dengki, iri hati, munafik, riya, dll. Hati yang bersyukur akan selalu berprasangka baik dengan apa yang telah ditetapkan dalam hidup ini.

3. Bersyukur dengan amal perbuatan.
Memberikan banyak kebaikan kepada orang lain adalah salah satu bentuk rasa syukur. Bersyukur sangat dituntut dilakukan dalam keseharian. perilaku yang baik, santun, jujur, ramah tamah adalah bagian dari rasa syukur itu sendiri.

Hal ketiga inilah yang paling penting dalam kehidupan kita sekarang ini. sudah seharusnya bangsa ini menjadi bangsa yang bersyukur, rakyat juga bersyukur. Sedangkan pemimpin yang bersyukur adalah mereka yang senantiasa menjadi suri teladan bagi rakyatnya, bukan mengajarkan rakyat berlaku kufur dengan segala konspirasi yang ada.
Wallahu a’lam.

Rahasia sholat di awal waktu

Add caption

Rahasia sholat di awal waktu dapat dilihat dari sabda Rasulullah saw : “Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah “Sholat di awal waktu, Berbakti kepada kedua orang tua, kemudian Jihad di jalan Allah SWT.” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18897]

Sholat adalah ibadah utama seorang muslim dan ini merupakan jembatan utama komunikasi langsung antara umat dan Penciptanya (Allah Swt). Ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu banyak hikmah yang kita bisa dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.

Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.

WAKTU SUBUH

Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

WAKTU ZUHUR

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

WAKTU ASAR

Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

WAKTU MAGHRIB

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita.

WAKTU ISYA

Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat. Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).
Subhanallah, Indahnya Islam ..

Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.

Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.
Semoga informasi ini dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya, shalat di awal waktu dan bersegera ke mesjid bagi kaum adam …

Keutamaan Sholat Tepat Waktu

Add caption

Awal shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi pasar, kantor, terminal serta tempat-tempat lain masih saja hiruk pikuk dipenuhi umat muslim. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan ini, bahkan ada juga yang melalaikan sholat lima waktu. Menunaikan shalat tepat waktu berarti melatih diri untuk disiplin. Bila kita mulai dari disiplin shalat, maka kita akan terbiasa melakukan disiplin-displin dalam kegiatan lainnya. Shalat tepat waktu bisa menjadi ukuran disiplin bagi seorang muslim.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda :

“…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).

Keutamaan shalat tepat waktu juga bisa menjadikan seseorang lembut hati dan dikaruniai kesehatan.

Pesan Khalifah Usman bin Affan ra:

“Orang-orang yang memelihara shalat lima waktu dan mengerjakannya tepat pada waktunya, maka Insya Allah, Allah akan memuliakan orang itu dengan sembilan macam kemuliaan:

1. Dicintai Allah
2. Badannya senantiasa sehat
3. Dijaga oleh Malaikat
4. Diturunkan berkah untuk rumahnya
5. Mukanya akan kelihatan tanda orang yang shaleh
6. Allah akan melembutkan hatinya
7. Dapat melalui jembatan Shiratal Mustaqim layaknya seperti kilat
8. Akan diselamatkan dari api neraka
9. Allah akan menempatkannya ke dalam golongan orang-orang yang tidak takut dan tidak bersedih

Insya Allah. Hanya Allah Yang Maha Kuasa dan maha Mengetahui. Kita harus berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, hingga akhir waktu kita.
Mari kita tingkatkan ibadah kita Saudara Muslim semua.

"sunah sunah jumat"

  Disebut Jum’at karena hari tersebut adalah hari berkumpulnya kaum Muslimin. Hari Jum’at termasuk hari ‘Id kaum Muslimin setiap pekannya.
          Dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad, shahih)
Di antara amalan di hari Jum’at adalah sebagai berikut:

        1.Terlarang mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat dan siang harinya dengan berpuasa.
          Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat tertentu dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dengan berpuasa kecuali jika bertepatan dengan puasa yang mesti dikerjakan ketika itu.” (HR. Muslim)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini menunjukkan dalil yang tegas dari pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah dan yang sependapat dengan mereka mengenai dimakruhkannya mengerjakan puasa secara bersendirian pada hari Jum’at. Hal ini dikecualikan jika puasa tersebut adalah puasa yang bertepatan dengan kebiasaannya, atau ia berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya, atau bertepatan dengan puasa nadzarnya seperti ia bernadzar meminta kesembuhan dari penyakitnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8/19)

        2.Ketika shalat Shubuh di hari Jum’at dianjurkan membaca Surat As Sajdah dan Surat Al Insan.
           Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkura” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)

         3.Memperbanyak shalawat kepada Nabi di hari Jum’at.
            Dari Abu Umamah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro, hasan lighoirihi).

      4.Dianjurkan membaca Surat Al-Kahfi di malam atau siang hari Jum’at.
          Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at” (HR. Hakim, shahih).
Dalam lafazh lainnya disebutkan, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Ka’bah).” (HR. Ad Darimi, shahih mauquf)

       5.Memperbanyak do’a di hari Jum’at.
          Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tentang hari Jum’at, lantas beliau bersabda, “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada hadits yang menyebutkan tentang kapan waktu mustajab di hari Jum’at yang dimaksud. Hadits tersebut adalah dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Waktu siang di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang Muslim memohon pada Allah ‘Azza wa Jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘Azza wa Jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Daud).

       6.Mandi Jum’at
          Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi no. 496, An Nasai 3/95-96, Ibnu Majah no. 1078, dan Ahmad 4/9)
Mandi Jum’at ini menurut jumhur (mayoritas) ulama, hukumnya adalah sunnah (bukan wajib). Di antara alasannya adalah dalil, “Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at, maka itu baik. Namun barangsiapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhal.” (HR. An Nasai, At Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).
Al Bahuti Al Hambali mengatakan, “Awal mandi Jum’at adalah ketika terbit fajar dan tidak boleh sebelumnya. Namun yang paling afdhol adalah ketika hendak berangkat shalat Jum’at. Inilah yang lebih mendekati maksud.” Imam Nawawi menyebutkan, “Jika seseorang mandi setelah terbit fajar (Shubuh), mandi Jum’atnya sah menurut ulama Syafi’iyah dan mayoritas ulama.”
Di antara keutamaan mandi jum’at disebutkan dalam hadits, “Barang siapa berwudhu’ kemudian menyempurnakan wudhu’nya lalu mendatangi shalat Jum’at, lalu dia mendekat, mendengarkan serta berdiam diri (untuk menyimak khutbah), maka akan diampuni dosa-dosanya di antara hari itu sampai Jum’at (berikutnya) dan ditambah tiga hari setelah itu. Barang siapa yang bermain kerikil, maka ia telah melakukan perbuatan sia-sia.”(HR. Muslim)

Sholat Subuh.

Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?

     



        Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]
Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

        Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.

        “Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.

       “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

       Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.

Renungan

     Tidak dapat dipungkiri, bahwa kesibukan keduniaan sehari-hari seringkali membuat kita "lupa" siapa diri kita. Hal ini secara tidak kita sadari membuat kita menjauh dari Allah swt. Akibatnya setiap langkah kita, aktifitas kita, ucapan kita, semakin jauh dari rahmat Allah swt.

       Jauhnya rahmat Allah, membuat kita semakin terjebak dalam godaan syaithan. Hal ini tidak mengherankan, jika akhirnya ada sebagian dari kita menganggap bahwa iman-nya mengalami pasang-surut. tidak bermaksud untuk berpolemik mengenai berbagai pendapat mengenai pasang-surutnya ke-iman-an seseorang. Karena ada berbagai macam pendapat mengenai hal tersebut, baik yang setuju ataupun menolak pendapat tersebut. Akan tetapi , dalam hal ini, hanya ingin sharing bahwa memang cara kerja syaithan sedemikian rapih dan terorganisir dalam menghasut manusia (diri kita) untuk lupa kepada Allah.Karena itu adalah janji syaithan kepada Allah untuk selalu menyesatkan manusia. Tersebut dalam Firman Allah sbb:
"...yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya) . dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata." (AQ. 4: 118 - 119)
Demikialah di jelaskan sebagaimana dalam firman Allah diatas, bahwa Allah memang memberikan sebagian dari kita untuk diberikan kepada Syaithan (na'udzubillah). Dan sungguh celaka dan merugi-lah sesiapa yang menjadi bagian dari syaithan. Lalu bagaimanakah caranya supaya kita terhindar dan tidak termasuk dalam golongan (bagian) syaithan? Ialah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah dan selalu berada didalam jalan cahaya-NYA. Lalu, adakah amalan sehari-hari agar kita selalu berada dalam lindungan dan pemeliharaan Allah?

      Berikut ini akan di sampaikan amalan-amalan dzikir sehari-hari supaya kita senantiasa berada dalam golongan hamba-hambanya yang beruntung dan mendapat rahmat dari Allah.

       1. Tahlil, adalah bacaan kalimat yang menyatakan ke-Esa-an Allah. Dzikir dengan kalimat Tahlil adalah dzikir yang paling utama di sisi Allah. Berikut adalah bacaanya: لا إله إلا الله , ( laa ilaa ha illallaah ), Artinya: Tiada Tuhan Selain Allah. Hal ini sesuai hadits Rasulullah:
"Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 'Zikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallahu" [HR Turmudzi]
'Rasulullah bersabda : 'Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat : 'Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha Illallah, wallahu akbar' (Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit.' (HR Bukhari dan Muslim)

       2. Tahmid, adalah bacaan yang menyatakan puji-pujian kepada Allah atas segala kekuasaan dan rahmat-NYA. Dzikir dengan kalimat Tahmid sebaiknya senantiasa diucapkan kapanpun dan dimanapun. Karena, walau bagaimanapun, selama kita hidup adalah senantiasa mendapatkan rezeki dari Allah, baik kita minta ataupun tidak kita minta, seperti udara untuk bernafas, karunia fisik yang kita terima, dan terutama adalah nikmat Iman dan Islam, yang hanya Allah berikan kepada orang-orang yang diberi hidayah oleh-NYA. Berikut adalah kalimat Tahmid: الحمد لله , ( alhamdu lillaah ), Artinya: Segala Puji bagi Allah.
Hal ini sesuai firman Allah, bahwa segala puji-pujian hanya berhak di alamatkan kepada Allah semata: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. " (AQ. 1:2).
Orang yang senantiasa berdzikir dengan kalimat tahmid, adalah orang yang senantiasa bersyukur atas  nikmat Allah. Karena hanya dengan bersyukurlah kita mengakui bahwa kita hanya makhluk yang lemah tanpa kuasa Allah. Dan orang-orang yang tidak bersyukur termasuk orang-orang yang kufur (kafir), seperti dalam firman-NYA: "Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersykur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia." (AQ. 27:40)

       3. Tasbih, adalah kalimat bacaan yang menyatakan kesucian Allah atas segala makhluk ciptaan-NYA. Dzikir dengan kalimat Tasbih adalah dzikir seluruh makhluk kepada Allah. Karena bukan hanya manusia yang ber-tasbih, akan tetapi seluruh makhluk ciptaan Allah senantiasa bertasbih dengan caranya masing-masing. Sebagaimana diterangkan dalam firman Allah: "Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (AQ. 24:41).
Kalimat tasbih adalah sebagai berikut: سبحان الله , ( subhaanallaah ), Artinya: Maha Suci Allah.

       4. Takbir, adalah kalimat bacaan yang meng-agung-lan kebesaran Allah. Karena hanya Allah sajalah yang patut di agungkan kebesarannya. Dan hal ini sesuai perintah Allah dalam firman-NYA: "dan Tuhanmu agungkanlah!" (AQ. 74:3). Kalimat takbir adalah sebagai berikut: الله أكبر , ( Allahu akbar ), Artinya: Allah Maha Besar.
Ke-empat dzikir diatas adalah amalan dzikir harian yang paling utama untuk diamalkan secara rutin. Karena hal ini juga sesuai hadits Rasulullah saw sbb:
" Daru Ummu Hani' ra, Rasulullah SAW bersabda kepadanya: 'Wahai Ummu Hani', ketika pagi hari bertasbihlah kepada Allah 100 kali, bacalah tahlil 100 x, bacalah tahmid 100 x, dan bertakbirlah 100 x, maka sesungguhnya 100 tasbih itu (pahalany) sama dengan 100 unta yang kau korbankan dan 100 tahlil itu tidak akan menyisakan dosa sebelum dan sesudahnya." (HR. Thabrani)
     
       Jadi mari kita sama-sama ingatkan diri kita sendiri untuk senantiasa berdzikir kepada Allah. Karena hanya dengan dzikirlah kita akan ingat dan di-ingat oleh Allah. Apakah ada yang lebih baik di langit dan bumi selain di-ingat oleh Allah???

"Janganlah kamu menikahi 6 jenis perempuan "


      Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin (kitab Tassawuf yang terkenal) ada mengatakan ungkapan arab yang bermaksud: "Janganlah kamu menikahi 6 jenis perempuan iaitu:

      1. Al-Annanah (suka mengeluh) ialah : perempuan yang banyak mengeluh dan mengadu, selalu membalut kepalanya sebagai tanda sakit. (menandakan dia rasa terbeban dengan tugasan hariannya, kerana malas atau memang sifat semulajadinya suka mengeluh walaupun disebabkan perkara kecil. Perempuan tersebut berpura-pura sakit supaya suaminya tidak membebaninya dengan tugasan harian). Menikahi perempuan yang sengaja buat-buat sakit tidak ada faedah padanya.

       2. Al-Mananah: perempuan yang memberikan sesuatu kepada suaminya (suka mengungkit-ngungkit). Sampai satu masa dia akan mengatakan : saya telah melakukan untuk kamu itu ini.

       3. Al-Hananah : perempuan yang suka merindui dan mengingati bekas suami atau anak daripada bekas suami. (Perempuan seperti ini tidak akan menghargai suaminya walaupun suaminya berusaha memuaskan segala kemahuannya)

       4. Al-Haddaqah : menginginkan setiap perkara dalam perbelanjaannya (boros) dan suka membeli belah sehingga membebankan suaminya untuk membayar pembeliaannya.

       5. Al-Barraqah : terdapat dua makna yang pertama, suka berhias sepanjang masa (melampau dalam berhias) supaya wajahnya nampak lebih anggun dan mempersona, kat suami xbuat pun! Makna kedua ialah : perempuan yang tidak mahu makan, maka dia tidak akan makan kecuali bila bersendirian dan dia akan menyimpan bahagian tertentu untuk dirinya sendiri.

      6. Al-Syaddaqah : perempuan yang banyak cakap (merepek emo tak tentu arah)

- ISTERI ialah anugrah/hadiah/pemberian kepada seorang suami , andai ditakdir mendapat isteri seperti ini haruslah mendidiknya sebaik mungkin .. perananan sebagai seorang suami sangat berpengaruh .. bertegaslah dalam memikul tanggungjawab dan amanah dari Allah.

Cinta yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ( kutipan buku )

 Betapa sering tidak menyadari keberadaan cinta, padahal cinta selalu ada disekililing kita, menemani kita.
 Betapa seringnya menganggap sesuatu adalah petaka, padahal sesungguhnya itu adalah bukti nyata cinta-Nya.
 Dianggap musibah, padahal rahmat dan anugrah. Disadari atau tidak, sering berkeluh kesah pada kehidupan daripada mengambil hikmahnya.


 Betapa jarang merenunginya, Bahwasannya Alloh menginginkan hamba-Nya selalu dalam keselamatan, kesehatan, ketentraman, ketenangan, kebersihan dan kesucian.
Betapa besar cinta-Nya, melalui cobaan, ujian, rasa sakit, perintah, dan ayat-ayat suci-Nya.


 Alloh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tidak pernah pergi dan tidak akan pernah meninggalkan kita.
Segala apa yang kta hadapi adalah bentuk kasih sayang-Nya.
Ia senantiasa mencoba kita agar kembali kepada-Nya